Relatifitas kebahagiaan

Kebahagiaan menurutku merupakan hal yang sangat relatif dan personal. Tiap individu masing-masing memiliki definisi pribadi yang berbeda-beda mengenai apa makna kebahagiaan bagi mereka. Apa yang dianggap bahagia oleh mahasiswa dan pekerja kantoran tentu berbeda, begitu juga kebahaagiaan anak kecil dengan orang dewasa. Bahkan bagi yang satu kategori umur, yang dimaksud dengan hal yang membahagiakan juga berbeda. Ada yang berbahagia dengan jalan-jalan ke tempat yang diimpikannya, ada juga yang sangat bersyukur bisa pulang kampung dan bertemu dengan keluarganya.

Kebahagiaan juga merupakan hal yang sangat dinamis. Bisa saja hal yang kita anggap sebagai sebuah hal yang membahagiakan sekarang, ternyata tidak begitu membahagiakan lagi di masa mendatang. Ketika kecil dulu, hal yang membahagiakan adalah ketika bangun pagi di hari minggu dan menghabiskan setengah hari hanya dengan menonton rangkaian film kartun dan anime di televisi. Mulai dari Macross jam 6 pagi di Indosiar, dilanjutkan dengan Jiban, Doraemon, Dragon Ball, Digimon, dan Power Rangers. Ketika kuliah, aku sangat bahagia jika harus bepergian. Entah keluar kota untuk mengikuti kompetisi debat IVED di ITB Bandung, kompetisi debat JOVED di UNAIR Surabaya, atau mengikuti Indonesia MUN yang pertama di Depok

Aku ingat, ketika jaman kuliah dulu, aku juga sangat bahagia ketika berhasil berkeliling negara dalam berbagai kesempatan. Mengikuti pertukaran pelajar di Bangkok, Singapura, ikut konferensi Model UN di Den Haag yang lanjut backpacking ke Paris, Roma, Pisa, Berlin, dan Brussels di tahun 2010 (yang ketika itu backpacking masih belum seheboh sekarang). Pun demikian ketika aku bekerja, ketika diberi tugas dinas (mission) ke luar negeri, rasanya sungguh menyenangkan sekali. Selepas meeting di Tokyo, lanjut jajan sushi di Shibuya atau lihat-lihat mainan di Akihabara. Atau ketika setelah rangkaian Sidang Majelis Umum PBB di New York, yang dilanjutkan dengan menelusuri Times Square dan Grand Central.

Namun sekarang, rasanya apa yang dimaksud hal yang membahagiakan itu telah berubah. Sekarang aku lebih bahagia jika menghabiskan waktu bersama anak dan istriku. Semenjak aku menikah dan memiliki anak, rasanya kebahagiaan bagiku sangat bergantung kepada mereka berdua. Aku merasa lebih nyaman dan bahagia selama bersama mereka, walaupun hanya sekedar mengantar Bima jalan-jalan keliling kompleks perumahan bersama Naya.

Meskipun begitu, aku bukannya aku tidak bersyukur ya jika diberikan kesempatan untuk bepergian, namun rasa-rasanya ada yang kurang jika aku menjalaninya tanpa mereka berdua. Misalkan sekarang ini, aku tengah menjalani tahun keduaku berkuliah master di Boston, Amerika Serikat. Jika diriku sekarang adalah Jhendra di tahun 2010, mungkin aku sangat bahagia setengah mati karena mimpi untuk sekolah di Fletcher telah tercapai. Namun Jhendra yang sekarang adalah Jhendra di tahun 2019, bukan di tahun 2010, di mana aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswa master tanpa didampingi anak dan istriku.

Seru sih tinggal di Amerika Serikat, bisa jalan-jalan di Boston, New York, atapun main ski di Maine. Namun rasanya sedikit hampa tanpa keberadaan Naya dan Bima. Seringkali ketika aku bersenang-senang di Boston, aku membayangkan betapa serunya jika Naya dan Bima juga ikut bersenang-senang bersamaku di sini, meskipun hanya main di taman Boston Common.

Mungkin inilah di mana makna kebahagiaanku sudah bergeser. Aku lebih merasa bahagia jika bersama anak dan istriku, karena duniaku tidak lengkap tanpa mereka berdua. Sekarangpun waktu yang kunanti-nanti adalah waktu pagi hari di Boston atau sama dengan waktu malam hari di Bekasi dan sebaliknya, di mana aku bisa berbicara dengan anak dan istriku melalui video call.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s