Sekolah dan Beasiswa: Sebuah Perjalanan (02)

Pada saat itu, kira-kira pertengahan tahun 2013, lahirlah sebuah website http://indonesiamengglobal.com/ yang dikelola oleh alumni-alumni universitas terbaik dunia yang berasal dari Indonesia, yang bertujuan untuk membagikan tips dan pengalaman dalam melamar kuliah. Ketika itu,  Indonesia Mengglobal membuka Mentorship Program, di mana para Mentee (Pelamar sekolah) akan dibimbing oleh Mentor (Yang sudah bersekolah/sedang bersekolah) untuk melakukan pendaftaran sekolah di kampus-kampus terbaik dunia.

Untuk mendaftar, pelamar diminta mengumpulkan esai mengenai minat sekolah, pilihan sekolah, dan masih banyak lagi. Dalam bayangan saya, wah, ini program bagus banget. Program ini sangat cocok bagi saya yang masih awam dalam melamar beasiswa S2 karena adanya sumber daya yang dimiliki (jejaring para alumni di berbagai kampus dunia dan ribuan pengalaman yang ada). Saya pun mendaftar program tersebut.

Setelah seleksi, alhamdulilah, saya berhasil lolos iterima di program tersebut. Selama program mentorship berjalan, peserta wajib mengikuti seluruh sesi program dan mengumpulkan semua tugas secara disiplin. Tugasnya pun sangat banyak dan berbobot.

Sesi pertama, peserta harus mengikuti seminar online via skype mengenai tes terstandar (standardized tes) sebagai syarat wajib melamar sekolah di luar negeri, misalnya seperti tes TOEFL iBT, IELTS,  GRE,  SAT, dan lain sebagainya; sesi tanya jawab dengan para pengelola Indonesia Mengglobal; serta sesi sharing lainnuya.

Tugas-tugasnya antara lain, menyusun spreadsheet berisikan daftar 10 sekolah yang kita tertarik untuk mendaftar, lengkap dengan berbagai informasi terkait (nama kampus, kota, jurusan, syarat minimal TOEFL/IELTS/GRE, pertanyaan dalam esai pendaftaran, deadline, biaya, dokumen yang diperlukan, dll), menyusun rencana pembiayaan belajar di masing-masing sekolah yang dituju, menyusun CV, esai lamaran (personal motivation), esai substansi (tematik, berbeda-beda tiap kampus), dan lain sebagainya. Tugas-tugas tersebut harus dikumpulkan via email dalam tenggat waktu tertentu. Seluruh sesi dan tugas program mentorship harus diikuti dengan disiplin atau peserta akan dikeluarkan secara otomatis.

Mengikuti seluruh sesi Mentorship Program Indonesia Mengglobal sembari aktif bekerja di ASEAN Secretariat sangat terasa melelahkan. Apalagi ketika itu terdapat berbagai program yang harus dikerjakan (Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN, Pertemuan ASEAN-SEAMEO, program JENESYS, dll) secara berturut-turut. Namun, entah kenapa itu berjalan cukup lancar.  Saya memaksa diri untuk terus aktif mengerjakan tugas yang banyak tersebut karena saya percaya program ini adalah jalan yang ditunjukkan Allah SWT kepada saya untuk bersekolah lagi.

Secara pribadi. program Mentorship Indonesia Mengglobal ini sangat saya rekomendasikan untuk teman-teman yang ingin berkuliah di kampus berkualitas di luar negeri. Mendaftar kampus di luar negeri merupakan perjalanan yang panjang dan melelahkan, terlebih kalau kita masih buta informasi dan tidak ada mentor yang menjadi jujukan untuk bertanya.

Mentor saya ketika itu adalah seorang pemuda Indonesia yang sangat hebat, lulusan S1 NTU dan sedang program S2 di Harvard dan Wharton. Saya benar-benar mengagumi dan belajar banyak dari beliau.

Dari partisipasi saya di Mentorship Program, saya belajar bahwa mendaftar sekolah itu diperlukan strategi yang terstruktur dan terukur, persiapan yang panjang, dan kedisplinan dalam menyiapkan seluruh persyaratan. Saya menyadari bahwa upaya saya sebelum-sebelumnya ketika mendaftar beasiswa MSPME Erasmus Mundus atau pertukaran pelajar ke National University of Singapore dan Mahidol University tersebut belum ada apa-apanya dengan upaya yang harus dicapai untuk mendaftar sekolah S2.

Terima kasih banyak Indonesia Mengglobal, saya benar-benar belajar banyak!

Catatan akhir: Meskipun saya sukses mengikuti seluruh sesi dan mengumpulkan semua tugas Mentorship Program Indonesia Mengglobal, namun saya tidak jadi mendaftar sekolah master ke kampus luar negeri yang rata-rata deadlinenya ada di akhir dan aal tahun. Hal tersebut dikarenakan di waktu yang bersamaan saya (akhir tahun 2013), saya sedang mengikuti seleksi CPNS Kementerian Luar Negeri TA 2013, sehingga saya memilih untuk fokus ke situ. Alhamdulilah, saya berhasil lolos seleksi CPNS Kemlu tersebut dan berhasil menjadi Diplomat Republik Indonesia (Perjalanan lolos seleksi CPNS Kemlu dapat dibaca di sini ya). Saya pun segera menyampaikan kabar baik ini kepada mentor saya dan Indonesia Mengglobal. Pada awal 2014 tersebut, saya menyampaikan bahwa saya akan melanjutkan mendaftar sekolah ke luar negeri di tahun 2017, ketika saya sudah cukup matang bekerja di Kemlu.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s